Nurhayati, S.Hut.
Pimpinan IKM Sumber Hayati

Kata Pengantar

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera dan salam budaya untuk kita semua,

Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga IKM Sumber Hayati dapat terus tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Dengan penuh rasa syukur dan semangat pelestarian budaya, saya menyampaikan sambutan ini sebagai pengantar dalam profil resmi Peuy Batik Bengkulu, sebagai bagian dari pengembangan batik Bengkulu yang berakar pada kearifan lokal.

Perjalanan kami dimulai dari sebuah lembaga pelatihan kerja sederhana pada tahun 2013. Dengan semangat untuk memberdayakan masyarakat, terutama perempuan dan generasi muda di Kepahiang dan sekitarnya, kami memulai langkah melalui pelatihan menjahit, membatik, dan sulam. Seiring waktu, langkah ini berkembang menjadi unit usaha mandiri—IKM Sumber Hayati—yang kini dikenal luas dengan brand Peuy Batik Bengkulu, menghadirkan batik khas Bengkulu yang berkualitas dan bernilai budaya.

Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh mitra kerja, dinas pemerintah, komunitas kreatif, pengrajin lokal, lembaga pendidikan, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materiil. Kolaborasi dan kepercayaan yang telah diberikan menjadi pondasi penting dalam setiap pencapaian kami hingga hari ini.

Company profile ini disusun untuk memperkenalkan lebih dalam identitas, semangat, dan karya kami kepada masyarakat luas, calon mitra, serta pelanggan. Melalui profil ini, kami berharap dapat membuka peluang kerja sama dalam bidang pelatihan, produksi, pemasaran, maupun pengembangan industri kreatif berbasis batik Bengkulu.

Lebih dari sekadar kain, Peuy Batik Bengkulu adalah gerakan pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semoga profil ini menjadi media inspirasi sekaligus langkah awal untuk menjalin hubungan yang lebih kuat, luas, dan bermanfaat bagi semua pihak.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hormat saya,
Nurhayati, S.Hut.
Pimpinan IKM Sumber Hayati / Peuy Batik Bengkulu

Perjalanan Kami
Peuy Batik dan Kisah Sukses Menjadi Brand Batik Khas Bengkulu

Peuy Batik, Simfoni Warna dari Kepahiang untuk Indonesia

Jejak Inovasi dari Tanah Rejang

Awal Mula Peuy Batik Bengkulu: Dari LPK ke Industri Kreatif

Peuy Batik Bengkulu merupakan hasil dari perjalanan panjang yang penuh dedikasi dan kecintaan terhadap warisan budaya batik Bengkulu. Perjalanan ini dimulai pada tahun 2013, ketika LPK Sumber Hayati didirikan sebagai lembaga pelatihan kerja swasta di Kabupaten Kepahiang. Fokus utamanya adalah memberikan pelatihan keterampilan seperti menjahit, membatik, sulam, bordir, dan teknik ecoprint kepada masyarakat, khususnya perempuan dan generasi muda.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Bengkulu

Melalui berbagai program pelatihan tersebut, LPK Sumber Hayati tidak hanya membentuk keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan kemandirian ekonomi. Dalam waktu singkat, lembaga ini menjadi mitra berbagai instansi pemerintah, komunitas kreatif, dan lembaga pendidikan sebagai tempat pelatihan, magang, hingga penelitian di bidang budaya dan tekstil.

Transformasi Menjadi IKM Sumber Hayati

Melihat tingginya antusiasme dan potensi peserta, pada tahun 2018 dilakukan transformasi penting dengan berdirinya IKM Sumber Hayati sebagai unit usaha yang berfokus pada produksi dan pemasaran batik khas Bengkulu. Sejak saat itu, langkah sebagai pelaku industri kreatif berbasis budaya mulai diperkuat.

Produk Batik Bengkulu dengan Sentuhan Tradisi dan Inovasi

IKM Sumber Hayati mulai memproduksi kain batik Bengkulu, aksesoris tekstil, serta berbagai produk turunan lainnya dalam skala UMKM. Proses produksi memadukan teknik tradisional dengan inovasi modern, menghasilkan karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan nilai budaya.

Lahirnya Peuy Batik Bengkulu sebagai Brand Lokal Unggulan

Seiring perkembangan usaha, lahirlah brand Peuy Batik Bengkulu yang mengusung identitas lokal dan warisan budaya Rejang. Nama “Peuy” yang berarti “kain” mencerminkan akar budaya yang menjadi inspirasi dalam setiap desain batik khas Bengkulu yang dihasilkan.

Batik Diwo dan Ecoprint: Kearifan Lokal dalam Setiap Kain

Peuy Batik Bengkulu menjadi perpaduan antara estetika tradisional dan kebutuhan pasar modern. Dengan tetap mempertahankan teknik Batik Diwo sebagai ciri khas Kepahiang, serta mengembangkan teknik ecoprint berbasis alam, setiap produk menghadirkan keunikan motif batik Bengkulu yang autentik.

Peuy Batik: Lebih dari Sekadar Produk

Kini, Peuy Batik Bengkulu tidak hanya menjadi rumah produksi, tetapi juga pusat edukasi budaya, ruang kreatif, dan wadah pemberdayaan pengrajin lokal. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, Peuy Batik berkomitmen menjadikan batik Bengkulu sebagai penggerak perubahan sosial dan ekonomi masyarakat.

Visi Masa Depan: Membawa Batik Bengkulu ke Dunia

Dengan semangat yang terus berkembang, Peuy Batik Bengkulu berupaya memperluas jangkauan pasar, memperkuat jejaring, dan menghadirkan inovasi produk yang tetap berakar pada tradisi. Dari langkah sederhana, kami percaya batik Bengkulu dapat dikenal lebih luas hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Transformasi dari LPK Sumber Hayati Menuju Brand Batik Khas Kepahiang yang Mendunia

Riwayat & Perkembangan Peuy Batik Bengkulu

Perjalanan panjang Peuy Batik Bengkulu bermula dari semangat sederhana yang menyala kuat: memberdayakan masyarakat lokal melalui keterampilan. Pada tahun 2013, didirikanlah LPK Sumber Hayati, sebuah lembaga pelatihan kerja swasta di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu. Lembaga ini fokus pada pengembangan keahlian praktis di bidang tekstil, seperti menjahit, membatik, bordir, sulam, hingga teknik ecoprint berbasis alam. Peuy Batik Bengkulu lahir dari komitmen untuk menjaga budaya dan mendorong pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan keterampilan.

Selama lima tahun pertama, LPK Sumber Hayati menjadi motor penggerak pelatihan tekstil kreatif di Kepahiang, Provinsi Bengkulu. Ribuan peserta dari berbagai latar belakang telah mengikuti pelatihan—mulai dari ibu rumah tangga, pemuda, hingga mahasiswa. Dengan menjalin kemitraan bersama instansi pemerintah, sekolah kejuruan, perguruan tinggi, dan komunitas kreatif, LPK memperluas jangkauan serta memperkuat eksistensinya dalam mendukung pengembangan industri kreatif lokal. Program-program seperti BLK Komunitas dan pemberdayaan UMKM semakin memperkuat peran lembaga ini.

Transformasi besar terjadi pada tahun 2018, ketika LPK Sumber Hayati berkembang menjadi IKM Sumber Hayati—sebuah unit usaha mikro kecil menengah yang aktif dalam produksi tekstil khas Bengkulu. Dengan menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif, IKM ini mulai merancang, memproduksi, dan memasarkan produk-produk tekstil seperti batik khas Bengkulu, ecoprint, dan aksesoris bernilai tinggi. Transisi ini tidak hanya memperkuat fondasi organisasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi para alumni pelatihan.

Dengan SDM terlatih dan nilai budaya yang kuat, IKM Sumber Hayati menghadirkan karya batik khas seperti Batik Diwo Kepahiang—batik tradisional Bengkulu yang sarat filosofi. Produk batik ini kemudian dikembangkan dalam bentuk outer batik elegan, jaket batik etnik, tas kain, syal ecoprint, dan souvenir khas Bengkulu lainnya. Desain dan motif dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar modern tanpa menghilangkan akar budaya lokal.

Brand “Peuy Batik Bengkulu” diperkenalkan sebagai identitas usaha. Kata “Peuy” berasal dari bahasa Rejang yang berarti “kain”, mencerminkan keterikatan dengan budaya lokal. Logo Peuy Batik memuat unsur aksara Rejang dan warna hijau, simbol pertumbuhan, keberlanjutan, dan semangat hidup. Sebagai brand batik khas Bengkulu, Peuy Batik hadir dalam berbagai ajang promosi dan pameran, mewakili kekuatan industri tekstil lokal di tingkat nasional.

Peuy Batik Bengkulu tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga aktif melanjutkan tradisi pelatihan. Pelatihan internal dan eksternal tetap berjalan, menjadikan Peuy Batik sebagai tujuan magang dan studi lapangan dari berbagai universitas ternama. Komitmen terhadap edukasi dan pemberdayaan menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan Peuy Batik sebagai pelaku industri kreatif.

Dukungan dari Kementerian Perindustrian, Dinas Koperasi UMKM, serta partisipasi dalam pameran bergengsi seperti Inacraft dan Kriyanusa memperkuat eksistensi Peuy Batik Bengkulu. Produk batik khas Kepahiang ini telah menjadi suvenir resmi pemerintah daerah, seragam komunitas, hingga koleksi pribadi para pecinta wastra Indonesia. Kiprah Peuy Batik terus berkembang dalam kancah industri kreatif nasional.

Saat ini, Peuy Batik Bengkulu menjadi pusat ekosistem industri kecil berbasis budaya. Kami membina kelompok pengrajin, melakukan riset desain, serta mengembangkan produk sesuai permintaan pasar. Dengan tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan identitas lokal, Peuy Batik menjadi inspirasi bahwa dari pelatihan sederhana bisa tumbuh brand batik khas Bengkulu yang membanggakan.

Riwayat kami adalah bukti nyata bahwa semangat belajar dapat melahirkan kekuatan ekonomi. Dari komunitas kecil tumbuh merek besar. Dari cinta terhadap budaya, lahirlah gerakan kreatif yang membawa nama Bengkulu, khususnya Kepahiang, semakin dikenal. Peuy Batik Bengkulu akan terus tumbuh, berinovasi, dan mengakar sebagai ikon batik khas Bengkulu yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Sumber Hayati – Sumber Kreativitas, Produktivitas, dan Kemakmuran

Keterampilan yang Menghidupkan Semangat di Balik Peuy Batik Bengkulu

Moto ini menjadi semangat utama Peuy Batik Bengkulu, sebuah brand batik khas Bengkulu yang terus menggerakkan roda kreativitas dan pemberdayaan masyarakat. Kami meyakini bahwa keterampilan—terutama dalam seni tekstil seperti membatik, menyulam, bordir, hingga teknik ecoprint—adalah kunci untuk menciptakan kehidupan yang lebih mandiri, bermakna, dan sejahtera.

Melalui pengembangan keterampilan, setiap individu mampu menciptakan karya seni tekstil bernilai tinggi. Namun lebih dari itu, keterampilan menjadi fondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik. Moto ini tumbuh dari pengalaman kami bersama para perempuan, pemuda, dan masyarakat lokal yang berhasil berdaya secara ekonomi setelah mengikuti pelatihan di Peuy Batik Bengkulu.

Sejak awal berdirinya LPK Sumber Hayati hingga berkembang menjadi IKM Sumber Hayati, kami memegang prinsip bahwa pemberdayaan melalui keterampilan harus terus diperluas. Dari ruang pelatihan hingga proses produksi Batik Diwo Kepahiang dan produk ecoprint, semuanya dimulai dari satu titik: kemampuan yang terus diberdayakan.

Nama Sumber Hayati sendiri mengandung makna sebagai “sumber kehidupan.” Ini mencerminkan harapan besar agar usaha ini bukan hanya menjadi rumah produksi batik khas Bengkulu, tetapi juga menjadi ekosistem hidup yang saling menghidupkan. Kami ingin Peuy Batik menjadi ladang kreativitas, ruang pertumbuhan produktivitas, dan jalan menuju kesejahteraan bersama.

Bagi kami, keterlibatan semua pihak—pengrajin, mitra kerja, komunitas, hingga pelanggan—adalah bagian penting dari perjalanan ini. Setiap langkah Peuy Batik Bengkulu selalu kembali pada semangat awal: menjadikan keterampilan sebagai sarana menciptakan kehidupan yang lebih baik, lebih berdaya, dan lebih bermakna.

Moto ini bukan hanya kalimat inspiratif, melainkan prinsip hidup yang menghidupkan setiap karya. Dari Kepahiang, Bumi Rafflesia, kami terus melangkah dengan keyakinan bahwa keterampilan adalah sumber kekuatan untuk berkarya dan berkontribusi dalam industri kreatif Indonesia.

Batik Diwo Kepahiang yang Menjaga Warisan Bumi Rafflesia

Peuy Batik, Warna Lokal dari Bumi Rafflesia

Peuy Batik Bengkulu, di bawah naungan IKM Sumber Hayati, bukan hanya sebuah unit usaha di bidang seni tekstil, tetapi juga menjadi representasi semangat budaya Bengkulu, kreativitas lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam setiap helaian Batik Diwo Kepahiang, terdapat cerita tentang alam Kepahiang yang subur, masyarakatnya yang bersahaja, serta kekayaan nilai-nilai warisan Bumi Rafflesia yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Melalui perjalanan yang dimulai dari LPK Sumber Hayati pada tahun 2013, yang awalnya fokus pada pelatihan keterampilan menjahit, membatik, bordir, sulam, hingga teknik ecoprint, Peuy Batik Bengkulu berkembang menjadi rumah produksi batik khas sejak tahun 2018. Kini, Peuy Batik menjadi bagian penting dalam ekosistem industri kreatif Bengkulu, melibatkan banyak pihak dalam pengembangan produk dan pelestarian kekayaan Bumi Rafflesia.

Keberlanjutan dan kemajuan usaha ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi. Kami bersyukur telah mendapat dukungan dari berbagai pihak—instansi pemerintah, mitra kerja lokal dan nasional, komunitas seni budaya, lembaga pendidikan, hingga pelanggan setia kami yang terus mendukung dan mencintai produk-produk batik khas Bengkulu.

Company profile ini kami susun sebagai sarana untuk memperkenalkan lebih dekat siapa kami, dari mana kami berasal, dan ke mana arah langkah kami akan menuju. Peuy Batik Bengkulu membuka peluang untuk sinergi dalam bentuk kerja sama bisnis, program pelatihan keterampilan, riset akademik, hingga pengembangan produk yang menggambarkan jati diri Bumi Rafflesia.

Dengan komitmen tinggi, Peuy Batik Bengkulu terus berkarya dan berinovasi. Kami percaya bahwa Batik Diwo Kepahiang bukan hanya kain bermotif indah, tetapi juga simbol identitas daerah, ekspresi cinta terhadap tradisi, dan media untuk mengenalkan Bengkulu ke panggung nasional maupun internasional. Setiap produk yang kami hasilkan merupakan bagian dari gerakan melestarikan kekayaan Bumi Rafflesia yang berakar kuat dan relevan dengan zaman.

Terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga Peuy Batik Bengkulu terus menjadi sumber kehidupan, sumber kreativitas, dan sumber kebanggaan bagi masyarakat Kepahiang, Bengkulu, dan Indonesia.